Ayat-ayat terakhir Surah Al Waqiah

Kita pasti kembali kepada Allah. Semua akan mati dan binasa kecuali Allah, Sang Pemilik Keagungan dan Kekekalan. Semua jiwa akan merasakan mati. Kita mati, mereka juga mati. Kebaikan kita terletak pada seberapa banyak kita mengingat mati. Ketahuilah di antara tanda sehat dan cerdasnya akal, kata Rasululllah SAW adalah banyak mengingat kematian lalu mangorientasikan hidup kita semata-mata untuk kehidupan yang kekal abadi, yaitu akhirat.

Melengkapi kajian kita tentang husnuk khatimah, mari kita renungkan firman Allah dalam ayat-ayat terakhir di Surah Al-Waqiah. Ayat-ayat terakhir surah Al-Waqiah, ayat ke 83 sampai dengan 94, menjelaskan mengenai keniscayaan akan maut. “Maka kalau begitu, mengapa sekiranya ketika ia (nyawa) telah sampai di kerongkongan.”

Sakaratul maut adalah proses terpisahnya ruh dengan jasad. Saat itu, ruh tercabut dari kedua ujung kaki. Sedikit demi sedikit. Hingga naik ke leher dan kerongkongan, Allah menantang siapa pun. Siapakah yang sanggup mencegah kematian?

               “Dan kalian ketika itu melihat.”

Kamu melihat orang yang sakaratul maut. Entah itu orang tuamu, atau pasanganmu atau saudaramu, atau temanmu. Ia terpejam dengan nafas tersengal. Kamu memegang tangannya. Kamu membimbingnya mengucapkan kalimat-kalimat dzikir. Engkau risau dan takut kehilangan. Atau engkau kasian melihat ia dalam perjuangan menghadapi sakaratul maut.

               “Dan kami, lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.”

Mungkin tanganmu memegang erat tangannya. Atau engkau mendekat ke telinganya memmbisikan kalimat-kalimat tauhid. Akan tetapi malaikat lebih dekat kepadanya dari pada dirimu. Kedekatanmu hanyalah kedekatan jasad. Padahal, orang yang sakaratul maut sudah lupa dengan jasadnya. Padahal ia telah menyaksikan hal-hal ghaib yang disingkapkan untuknya. Ia melihat malaikat. Sedangkan kamu, orang-orang yang sedang mengelilinginya, sama sekali tidak melihat malaikat yang sedang mencabut nyawanya perlahan. Ia lebih melihat malaikat daripada melihat dirimu. “Maka mengapa jika kamu memang tidak dalam penguasaan (Allah).”

Kalau kamu memang punya kekuasaan sendiri. Kalau kamu bisa hidup disebabkan kehebatanmu dalam bertahan hidup, bukan karena Allah yang menginginkanmu hidup. Kalaulah memang juga kamu merasa bahwa kamu bisa mengurus hidupmu sendiri, tanpa membutuhkan Allah. Kalau juga Allah bisa kamu saingi kekuatannya, “Coba kembalikan (nyawa itu) jika memang kamu orang yang benar” kembalikanlah ruh itu ke badannya.

Kadang orang-orang sakartul maut itu seakan ingin lari dari sakaratul maut, cobalah bantu ia kalau engkau sanggup. Datangkan ahli dan dokter terhebat dari seluruh dunia. Suruh mereka bekerjasama, minta mereka untuk mencegah nyawa seseorang yang akan dicabut. Atau datangkan semua harta kekayaan seluruh dunia. Atau apakah kecintaan yang teramat sangat terhadap seseorang, sanggup mencegah orang tersebut dari kematian?

Adakah yang bisa mencegah apa yang dilakukan malaikat maut? Tidak ada, Allah berfirman dalam surah yang lain, “katakanlah, sesungguhnya kamatian yang kamu lari darinya, maka sungguh kamu tetap akan menemuinya, kemudian kalian akan dikembalikan kepada alam akhirat.” (QS Al-Jumuah : 8)

“Adapun jika ia (orang yang mati) itu adalah termasuk Al-Muqarrabin (yang didekatkan kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.”

Orang-orang muqarrabin adalah orang-orang yang dekat dengan Allah. Orang-orang yang paling baik keimanan dan ketakwaannya. Orang-orang generasi pertama. Ketika orang tersebut sakaratul maut, atau baru lepas ruhnya dari jasadnya, malaikat telah menyambut dan berkata kepadanya, “Engkau memperoleh ketentraman dan rezeki serta jaminan surge yang penuh kenikmatan.”

Orang-orang golongan kanan. Orang-orang yang berada dalam kebaikan, yang mengikuti golongan muqarrabin. Mereka istiqamah dalam amal shaleh selama di dunia. Mereka takut dengan adzab akhirat. Mereka juga disapa dengan kelembutan oleh malaikat-malaikat Allah. “Keselamatanlah bagimu karena kamu dan golongan kanan.”

Inilah golongan ketiga. Mereka yang dunia telah melalaikannya dari ketaatannya kepada Allah. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah. Berhukum tidak berhukum pada syariat Allah. Dan sakaratul mautnya, mereka didatangi dengan teriakan keras lagi menakutkan dari malaikat. Lalu dicabut dengan keras oleh malaikat agar ruhnya segera keluar. Lalu dikabarkan kepadanya keadaan buruknya di akhirat.         Semoga Allah menjuhkan kita dari golongan kiri. Yaitu golongan yang mendustakan Allah dan berbuat dzalim. Wallahu A’lam Bisshowab.

2 thoughts on “Ayat-ayat terakhir Surah Al Waqiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares