cerita inspiratif kehidupan nyata | tiga mangkuk soto

Semoga cerita motivasi yang sangat inspiratif ini dapat menggugah pembaca dan memberikan perubahan kepribadian yang signifikan dalam menjalani hari-hari di kehidupan. kisah motivasi tentang kebaikan ini kita sugukan berdasarkan kisah nyata yang pernah dialami seseorang kemudian dia menceritkannya agar menjadi cerita yang sangat inspiratif dan memotivasi pembaca untuk berbuat kebaikan.

bacalah perlahan kisah motivasi serta inspiratif ini dengan perlahan agar tidak ada yang terlewatkan. selamat membaca.

Tiga Mangkuk Soto

Sore itu sehabis pulang kantor, saya mampir di sebuah kedai soto ayam. Saya memesan semangkuk soto ayam dan duduk membaca Koran menunggu macet yang belum juga terurai.

Seorang ibu setengah tua berpenampilan sederhana dengan dua anaknya yang masih balita, tiba –tiba masuk ke kedai , “Pak, berapa harga semangkok soto?” Tanya ibu tersebut. “Sepuluh ribu, Ibu. Jawab penjual soto sambil tersenyum. “Kedua anak saya sangat ingin makan soto, tapi uang saya hanya ada tujuh ribu rupiah. Maaf  Pak, apa bisa dibuat dua porsi walau hanya kuah dan sedikit sohun, tidak jadi masalah,” kata si ibu sedikit ragu-ragu.

“Oh mari bu silahkan duduk.” Kata bapak penjual soto. Lalu tidak sampai lima menit, tiga mangkuk soto berukuran besar sudah dihidangkan di depannya. “Tapi uang saya cuma tujuh ribu pak.” Kata ibu sekali lagi dengan sedikit ragu. Sang ibu masih punya harga diri untuk tidak meminta-minta.

“Oh, tidak apa – apa bu, ibu bertiga makan saja dan simpan uang ibu.” Ibu itu tersenyum dan kemudian membungkukkan badannya.

Saya tersenyum kagum, melihat kebaiakan penjual soto. Saya pun kembali meneruskan makan saya. Sekitar lima belas menit kemudian, si ibu dan kedua anaknya pun beranjak pergi sambil mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada si penjual soto.

ini untuk satu mangkuk soto saya, satu kerupuk dan teh manis, sisa uang buat ngebayar soto ibu yang memboyong dua anaknya tadi ya.” kata seorang pelanggan yang langsung meninggalkan warung soto tersebut.

Sekujur tubuh saya merasa merinding, mata saya berkaca-kaca atas kebaikan yang sudah dihadirkan Allah dihapadan saya. seorang ibu yang tidak punya uang namun berkata jujur, penjual soto yang murah hati, serta seorang pemuda yang baik. Saya sendiri juga kena imbas kebahagian ini karena saya melihat langsung kejadian tersebut.

Senadainya saja setiap orang tidak melulu menggunakan hukum ekonomi dunia, untung dan rugi, tentu pintu – pintu kesempatan, keberkahan akan banyak dibukakan oleh Allah Sang Penjamin Rezeki

Seandainya saja setiap orang lebih dahulu memberi bukan meminta, betapa dunia ini akan penuh warna-warni yang indah.

Penutup

semoga kisah nyata diatas dapat kita jadikan panutan kehidupan kita dan membuat mata kita terbuka tentang saling tolong menolong dalam kebaikan bukan tolong menolong dalam kedzoliman. penulis juga berharap tulisan diatas dapat memberikan gambaran betapa indahnya kebaikan saling tolong menolong.

sekian dulu dari saya, terima kasih atas kunjungan dan kesediaan anda membaca di blog saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares