Ketika Buah Hati Tak Kunjung Datang

Mungkin di antara kita barangkali ada yang hatinya merasakan berbeda. Ya, saudara kita yang hari ini masih diuji dengan tak kunjung hadirnya sang buah hati mungkin justru dilanda kesedihan.

Tapi, sebagaimana tulisan itu tidak ditujukan untuk membangkitkan kesedihan, maka jadikanlah ia sebagai pembangkit harapan. Ada dua orang Nabi Allah yang juga diuji terlambat memiliki anak. Dari mereka kita bisa mengambil pelajaran. Bahwa belum dikaruniainya anak, bukan berarti Allah tidak suka dengan kita. Bukan berarti pula kita dianggap tidak sanggup menerima amanah itu. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria keshalihannya jauh di atas rata-rata. Mereka dicintai Allah. Tapi mereka tetap diuji. Mereka pasti lebih hebat dan mampu dalam mendidik anak, tapi mereka tetap tak kunjung diberi sampai waktu yang lama.

Lihatlah dari sisi lain. Bahwa kita diuji dengan ujian sekelas kekasihnya. Tak harus berbangga, tapi rasanya itu cukup untuk membuncahkan ridha. Rasanya itu cukup menjadi bahan untuk memohon kepada Allah agar dimasukkan kedalam golongan mereka.

Sibaklah kabut keputusasaan usaplah air mata lalu gantilah dengan senyum keridhaan dan pancaran doa yang semakin membuat kita bertawakkal kepadanya. Jangan lupa bersyukur bahwa kita memiliki istri, suami, orang tua, saudara, dan teman-teman yang senantiasa mendukung dan beramal.

Berdoalah kepada Allah. Bertawassullah dengan kemurahan dan keajaiban yang diberikan kepada hamba-hamba pilihan.”wahai Rabb-Nya Nabi Adam, yang sanggup menciptakan manusia hanya dari tanah. Wahai Rabb-nya Nabi Isa yang sanggup melahirkan mesti tanpa seoarang ayah. Wahai Rabb-nya Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria yang memberikan keturunan diusia tuanya, mesti istrinya seorang yang mandul. Sesungguhnya hamba memohon sebagaimana memohonnya Nabi Ibahim.sesungguhnya hamba memohon sebagaimana memohonnya Nabi Zakaria.”

Lalu bertawassullah dengan doa Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria yang terletak dalam Surah As Shaffaat ayat 100. “Ya tuhanku anugerahkanlah kepadaku (seseorang anak) yang termasuk orang-orang shaleh.”

Dan surah Al-Anbiyah ayat 89. “Ya Tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah waris paling baik.”

Percayalah kalau Allah sampai menuangkan kalimat doa permohonan itu di dalam Al-Quran, berarti di sana tersimpan banyak rahasia kebaikan melebihi apa yang kita sadari.

Lalu tutup dengan doa. “Ya Allah kabulkanlah doa hamba sebagaimana engkau mengabulkan nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria. Berilah kesabaran kepada hamba, sebagaimana engkau berikan kesabaran kepada mereka berdua.”

Allah maha mendengar. Allah Maha Mengabulkan. Selama kita berdoa, berarti Allah ridha dan berkenan memberikan banyak kebaikan untuk kita.

Wallahu A’lam Bisshowab.

1 thought on “Ketika Buah Hati Tak Kunjung Datang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares